Jumat, 20 Juli 2012

Mari Kita Instropeksi diri

Assalaamu'alaykum, Akhi wa Ukhtifilah yang dimuliakan Allah...


“Terkadang kita sering berkeluh kesah melihat orang di sekitar kita berbuat tidak sesuai harapan kita. Barangkali kita perlu sesekali memahami mereka karena jangan-jangan kita yang egois.”

Orang yang terjangkit penyakit egois (ego) –keakuan-, inginnya selalu dimengerti pasti akan sering menjumpai kekesalan yang menyesakkan hati. Ia ingin semua orang memahaminya sementara ia jarang mau berpikir apakah ia sudah cukup memahami mengapa orang-orang disekitarnya berbuat yang tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.

Menjadi pemimpin tidak harus selalu memaksakan kehendaknya bila ia ingin bawahannya setia. Berpikirlah untuk sesekali menuruti dan memahami apa yang mereka inginkan. InsyaAllah usaha atau organisasi yang Akhi wa Ukhtifillah pimpin, akan memiliki pengikut-pengikut yang loyal bersama Akhi wa Ukhtifillah..


Salam Taqwa dan Ukhuwah...

Assalaamu'alaikum..


 KEMBALI ke

Kamis, 19 Juli 2012

Kenapa jadwal MUHAMMADIYAH beda dengan PEMERINTAH??

Tibanya Ramadhan dan Idul Fitri, dua momen yang menempatkan Muhammadiyah menjadi sorotan media massa. Apa pasalnya? Muhammadiyah yang memakai metode hisab terkenal selalu mendahului pemerintah yang menggunakan metode rukyat dalam menentukan masuknya bulan Qamariah.
Perbedaan metode itulah yang menyebabkan ada kemungkinan 1 Ramadhan dan 1 Syawal versi Muhammadiyah berbeda dengan pemerintah. Akibatnya seringkali Muhammadiyah menjadi sasaran kritik, mulai dari tidak patuh pada pemerintah, tidak menjaga ukhuwah Islamiyah hingga tidak mengikuti Rasulullah Saw yang jelas memakai rukyat al-hilal. Bahkan dari dalam kalangan Muhammadiyah sendiri ada yang belum bisa menerima penggunaan metode hisab.
Menurut publikasi Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam situs www.muhammadiyah.or.id mengatakan umumnya mereka yang tidak dapat menerima hisab karena berpegang pada salah satu hadits yaitu: “Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah (idul fitri) karena melihat hilal pula. Jika bulan terhalang oleh awan terhadapmu, maka genapkanlah bilangan bulan Sya’ban tigapuluh hari” (HR Al Bukhari dan Muslim).
Hadits tersebut dan juga contoh Rasulullah Saw, sangat jelas memerintahkan penggunaan rukyat, hal itulah yang mendasari adanya pandangan bahwa metode hisab adalah suatu bid’ah yang tidak punya referensi pada Rasulullah Saw.
Lalu mengapa Muhammadiyah bersikukuh memakai metode hisab? Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof.Dr.Syamsul Anwar,MA dalam tulisannya yang dipublikasikan oleh www.muhammadiyah.or.id memaparkan beberapa alasannya sbb:

Senin, 02 Juli 2012

MENGGANTIKAN CINTA DENGAN SEBUAH KEIKHLASAN


Untuk sahabat-sahabat yang lagi digalaukan oleh Cinta  =))

Ikhlas memang sangat mudah untuk diucapkan tapi sangat sulit untuk dijalanin. Karena itu membutuhkan proses yang panjang sehingga bisa membimbing kita pada sebuah keikhlasan.
Ketika cinta kita terbentur dengan restu orang tua dan ketika kita harus menerima kenyataan orang yang kita sayangi menikah dengan orang lain. Ketika rencana hanyalah tinggal sebuah rencana yang tidak terwujud. Tidak mudah untuk menerima kenyataan itu bahkan mungkin sangat sulit untuk kita terima. Lewatilah hari demi hari kita dengan air mata dan kesedihan. Di kesunyian dan keheningan malam menangislah di hadapan-Nya bukan untuk menyesali apa yang terjadi pada kita tapi menyesal kenapa kita belum bisa menjadi hamba-Nya yang ikhlas menerima kenyataan ini. Tapi itulah hidup. Adakalanya kita harus mengalami sesuatu yang pahit. Apapun yang terjadi itulah yang terbaik buat kita meski harus sedih, kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil. 

kita hanya berusaha untuk ridha dengan semua ketentuan yang telah digariskan oleh ALLAH. Menerima apapun yang terjadi bukan berarti tidak berusaha untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Tapi berusaha untuk