Selasa, 31 Maret 2015

Dear YOU, My Friend!



ku paham apa yang kau maksudkan
Hingga beginilah cara maksimalku
Menjalani hidupku dengan anugerah yang kasat

Aku tak lagi mengusik
Aku tak lagi menegur
Agar tak mengacaukan maksudmu

Bahkan aku mengalihkan
Dengan senyumku
Dengan ceriaku
Kau dan mereka ku perlakukan sama!
Ku alihkan dengan membuat semuanya jadi biasa


Biasa yang ku mau
Perlakukan aku layaknya mereka
Kau bagi senyummu, kau bagi kebahagiaanmu, kau bagi ukhuwahmu
Perlakukan aku tanpa Diskriminasi!

TOLONG JANGAN BEGITU
Sikapmu Meninggalkan aku
Dalam tanda tanyaku
Layaknya Angin Badai
Ataukah Tsunami
Yang muncul tanpa tanda-tanda
Saat semuanya tenang dan baik-baik saja
Memporak porandakan hati
Menghapus senyuman

Jika memang ingin lepas...
Lepaslah dengan cara yang
Sederhana dan tanpa meninggalkan TITIK DUA BALAS KURUNG! :(

Sebab aku ingin
Tak ada yang hilang
Tetaplah ada menjadi seperti mereka..

Jika kamu menganggap
aku juga seperti mereka
Lalu,
MENGAPA KAU PERLAKUKAN AKU BERBEDA?


AKU DALAM TANDA TANYAKU
BERHARAP TANDA YANG LAIN
MENJELASKAN PADAKU..

#

Sabtu, 21 Maret 2015

Teruntuk makhluk yang bergelar Perempuan



Tutuplah Auratmu!

dia mngatakan
inikan HIDUP SAYA, tak perlu di atur2
Terserah saya dan segala kalimat apologi


Baiklah, itu ucpan dia..
Tapi di balik kalimat2 ketus itu
Saya yakin bahwa dia masih punya kesadaran..
Kesadaran bahwa sesungguhny
Dia sedang lalai dari kewajiban yg dperintahkan Allah kepadanya
Saya percaya jika di lubuk hatinya
Menyadari bahwa dia alpa
Sebab godaan dunia begitu besar dan dia terperangkap.
Karena dia sibuk berapologi untuk menuruti nafsunya
Dan dia sadar dalam ketidaksadarannya..

Dia makhluk yang penuh kasih sayang..
megasihani kehidupan atas nama Persaudaraan dan solidaritas
Dia biarkan auratnya terlihat dan terjamah oleh mereka yang tak pantas mnyntuhnya
Tapi tidakkah dia mengasihani dirinya yang kelak menanggung akibatnya?

Wahai kau makluk yang indah.
Dunia ini melenakan
Dunia ini penuh gombal
Jaga Keindahanmu
Sayangi dirimu
Tutuplah Auratmu!