Rabu, 29 Oktober 2014

Wanita di atas Sajadah

di Atas sajadahnya dia bersimpuh
Dia menanti di setiap sujudnya
Dia menangis menyebut sebuah nama di ujung do'anya
Dia tak berdaya akan perasaannya
namun Dia hanya mampu meminta dengan tengadahan tangannya

Seberapapun dia tersakiti
cintanya selalu lebih besar
seberapan langkahpun dia tertinggal
langkahnya lebih cepat untuk mengejar
Sebesar apapun dia dilukai
maafnya selalu lebih besar

Dia wanita yang menunggu di atas bentangan sajadahnya
untuk seorang yang kini amat dicintainya
Entah penantiannya akan berakhir atas nama Bahagia
ataukah mungkin atas nama Kesedihan
dia wanita yang tersedu di ujung malam
tak pernah berhenti meminta kepada-Nya
Tak pernah berputus asa berdoa
untuk sebuah kebahagiaan yang ia dambakan

Jika esok kenyataan tak seindah pintanya
doa terbaik akan tetap milik yang dicintainya


Dia wanita yang menunggu diatas bentangan sajadah
disudut malam penuh keheningan
dengan linangan air mata penuh harapan
masih menyebut sebuah nama
hingga mungkin tak tersisa nafas dalam kehidupannya

Tidak ada komentar: