Minggu, 30 November 2014

Renungan waktu

Waktu trus brlalu...
Detik, menit , jam , hari, minggu, bulan dan tahun
silih berganti mengantarkan kita semkin jauh dalam lorong kehidupan
mendekatkan kita pada jurang kematian...
Waktu tak bisa kita hentikan,
dan waktu tak bisa kita kembalikan
dalam euforia kehidupan
ada yang terlena hingga lupa diri
tanpa mereka sadari bahwa Satu persatu manusia akan beranjak dari bumi
Tak peduli mereka siap atau tidak, berbekal atau tidak..
Jika tiba masaku ataupun masamu
Maka tak ada yang bisa dilakukakan....
Pisahnya Ruh dan jasad itu adalah sebuah kepastian
Perjumpaan dengan Hakim Kehidupan takkan bisa dihindari..
Lalu apakah anda sudah siap menghadapi semuanya??

** NRaz-BeginOfDecember*

Sabtu, 29 November 2014

Bidik Aktivitas PD Aisyiah Kota Parepare

Parepare (29/11),Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Aisyiah Kota Parepare menggelar Baitul Arqam dan Pelatihan Mubhallighah untuk peingktn kualitas Kader. Dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Daerah Aisyiah Kota Parepare ibu Hj.A.Hikmah Azis menyerukan kepada seluruh kader untuk memiliki komitmen dengan penuh kesadaran dalam mengaktualisasikan dakwah dan tajdid yang lebih maju.Kegiatan ini di buka secr resmi oleh Ketua PD Muhammadiyah Kota Parepare digedung Aisyiah. Peserta sebanyak 38 orang berasal dari ortom utusan2 TK dan Sekolah Muhammadiyah beserta pengurus aisyiah tingkt daerah maupun cabang serta ranting. Kegiatan ini berlangsung hingga 30 November 2014. (NRaz/Aisyiah)

Jumat, 28 November 2014

PENJAJAHAN MODEREN SEMAKIN NYATA

"Hukum besi sebuah perubahan menunjukkan tidak ada bangsa yang kembali ke masa lampau, selalu bergerak ke masa depan. Kehidupan modern dengan corak modern-industri merupakan keniscayaan dalam peradaban bangsa-bangsa saat ini dan ke depan. persoalannya ada bangsa yang larut dalam modernitas itu, menjadi objek, dan menjadi korban kemoderenan, Ada bangsa-bangsa yang menjadi pelaku perubahan dan menjadi kekuatan hegemoni atau penguasa di atas gerak laju modernitas, serta menjadikan modernitas sebagai panglima karena merasa sebagai bagian dari anak kandung yang sah dari peradabannya, Ada pula yang mengambil jarak, melakukan seleksi, dan kemudian menampilkan alternatif dari modernitas yang niscaya itu. semua berpeluang pada kemampuan dan alam pikiran bangsa-bangsa itu dalam menghadapi kehidupan pasca-modern yang kompleks itu" ~DR. Haedar Nasir *Buku:Muhammadiyah Abad Kedua

Pernyataan diatas memang benar, masa lalu mustahil untuk kembali namun adalah sebuah keniscayaan akan hadir dalam kemasan yang baru dan lebih terorganisir. Dari situasional kebangsaan kita ditengah arus globalisasi hari ini mestinya membuat kita lebih banyak belajar lagi, lebih peka terhadap kenikmatan-kenikmatan yang menggiurkan dari era modernitas, mengamunisi diri lewat membaca buku dan tanda-tanda agar kita mampu bergerak, menggalang kekuatan dan melawan. Dari buku yang saya baca, saya menarik kesimpulan bahwa era post-modernisme telah bergerak menghampiri dan menyorot Indonesia, harusnya kita

Selasa, 25 November 2014

"IMM PEDULI" Menggalang bantuan untuk korban Bencana Alam Kab. Sidrap


"salah satu sudut lokasi bencana"

Parepare (Selasa, 25/11)Serangan angin puting beliung yang merusak sedikitnya 300 rumah di Kanyuara dan Empaga’e Kabupaten Sidrap (Sabtu, 22/11) menuai aksi simpatik dari berbagai kalangan termasuk beberapa elemen mahasiswa, diantaranya adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Parepare. Aksi penggalangan bantuan untuk para korban bencana alam dengan tajuk “IMM Peduli” dilakukan di beberapa titik di Kota Parepare, diantaranya perbatasan Kota Parepare-Pinrang, jalan poros Parepare-Makassar, jalan poros Parepare-Sidrap, Monumen 40.000 Jiwa,  pasar Senggol dan sekitarnya. “Kami melakukan penggalangan bantuan

Selasa, 18 November 2014

BBM OH BBM

19 November 2014. Layar Kaca masih asyik dgn liputan aksi penolakan BBMnya dan kawan2 mahasiswa di mkassar lbih sering muncul yg jg bentrok dgn masyarakat :)
Opini2 pemirsa baik lewat medsos maupun diskusi2 sibuk mnyalahkan dan mnyudutkan gerakan Mahasiswa... mirisnya tdk sedikit mahasiswa yg 'celoteh' demikian.. bukan mmbenarkan anarkisme yg terjadi, bukan membela mahasiswa maupun masyarakat.. hrusnya kita mahasiswa dan masyarakat bersatu mngawal kbijakan yg tdk pro-rakyat.. bukankah masyarakat jg bnyak yg ngeluh akibat knaikan BBM?? KITA INI ADALAH RAKYAT YANG SEDANG TERCEKIK AKIBAT KEBIJAKAN PEMERINTAH YANG ANEHHH.. coba pikir baik2 APBN 2014 tlah dtetpk 105 AS Dolar / barel, dan saat ini minyak dunia trun drastis berkisar 75 AS Dolar/ Barel jauh dr APBN yg dttpkn kan ada biaya yg terhemt,, kalau bapak presiden trus2n mngatakn untjk pmbngunan Infrastrktur dan pmbngunan fisik ingin mncontoh negara2 lain, knp untuk persoalan BBM subsidi ini trllu dramatis knp tdk