Rabu, 20 Mei 2015

TENTANG TUAN


Kemana perginya si Tuan Kurus
Yang rela terjun menapaki aspal panas
Beceknya tanah sawah
Blusukan demi meyakinkan rakyat,,,

Kemana perginya si Tuan
Dengan gaya sederhananya
Dengan gelar wong ciliknya
Merayu rakyat untuk menaruh simpati dan dukungan

Apa mungkin tuan sedang pikun
Tak tahu arah pulang kerumah rakyat
tergiur hasil dagangan batu pertiwi
Melupakan segala janjinya
Demi kesejahteraan dan kemakmuran

Oh Tuan

BALADA


Kata siapa hidup itu mudah???
Coba tunjukkan padaku!
Orang kaya? Tidak....
Andai kau tahu bagaimana pusing nya mempertahankan kekayaannya sampai terkadang tidurpun ia lupa.
 Orang miskin? Tentu tidak....
Siapa bilang orang miskin mudah, kalau pun dia bisa tertidur,
ketika bangun segala kebutuhan akan mencekiknya
Orang dewasa? Tidak juga.....
Beban tanggung jawab yang di emban oleh seorang dewasa merupakan resiko atas kedewasaannya Anak-anak?
Hahahaa cukup lucu
Pernahkah kalian ketakutan saat anak-anak??
Takut akan makian dan hantaman lawan yg lebih besar? 
Takut akan

HARAPAN KEBANGKITAN

HARAPAN KEBANGKITAN
Para leluhur menitipkan bangsa ini
Mereka bercucuran darah
Mengorbankan nyawa demi sebuah kebangkitan,,,
Mereka berguguran menitipkan warisan negeri
Padamu wahai generasi
Sejahterahkan kehidupan rakyat
Makmurkan kehidupan bangsa..

Dan kini,,,
Engkau yang duduk dikursi tahta
Atas mandat rakyat yang menaruh beribu ekspektasi padamu
Masihkah engkau ingat janji-janji saat itu
Kau yang katanya wong cilik yang akan berpihak pada rakyat
Nyatanya engkau menyengsarakan
Kau yang katanya akan berkawan dengan rakyat
Nyatanya engkau menikam dengan kebijakan bodohmu
Kau yang katanya akan menngutamakan kepentingan rakyat
Nyatanya engkau justru menelantarkan
menggandeng mereka para neolib hidup diatas penderitaan rakyat
Kau yang katanya akan membebaskan negeri ini
Dari Mereka para antek asing yang menguasai Warisan leluhur
Nyatanya engkau malah membantu mereka mengeruk kekayaan
Pertiwi,,

HARI KEBANGKITAN 20 MEI

Hari Kebangkitan yang jatuh pada tanggal 20 Mei merupakan momentum yang tepat 
untuk menyuarakan aspirasi dan kritik terhadap kondisi kebangsaan 
terutama mengkritik langkah dan kebijakan-kebijakan kontradiktif 
yang diambil oleh Pemerintahan Jokowi-JK.
Banyak masyarakat yang gerah terhadap ulah Wong Cilik yang nampaknya 
memang prematur untuk lahir sebagai Kepala Negara, Kekacauan demi kekacauan 
beruntun menghantam negeri ini baik dari segi Ekonomi, Sosial, dan Perpolitikan 
belum lagi kata-kata yang sering di lontarkan yang membuat banyak orang merasa ‘gemas’ terhadapnya. “Saya tidak tahu”, “Bukan Urusan Saya” dsbx....

Jika kita merefleksikan

Selasa, 12 Mei 2015

Kakek Habibie

Alhmdulillah..

Dulu tiap Kakek Habibie pulang kampung
pasti akan dilakukakn penymbutan oleh Pelajar Kota Parepare di sepanjang jalan yang akan dlalui kendaraannya...
Pelajar dengan atribut andalannya *Bendera Merah Putih Plastik yang di lilit pada sedotan* :)) mnanti berjam2 dgn gembira dan riang meski hrus berpanas2an dibawah terik sinar matahari ..
Yah semngt itu luar biasa, mnnti Kakek yang cerdas, putra daerah yang membanggakan. Walau ending dri penjmputannya adalah

Rabu, 06 Mei 2015

HARI ITU..

Ada hal yang memang berat untuk di putuskan..
Baru memikirkannya saja sudah membuat air mata menetes...

Berpisah!!
Yakinlah tak ada yang menginginkannya
Namun tak ada pula yang mampu mnghindarinya
Itulah hukum kehidupan yang Allah tetapkan
Begitupun aku, dan kuyakin juga dengan kalian
Kita tak menginginkan itu
Tapi keadaan membuat kita harus takluk

Jika memang Hari itu harus tiba,
Ingatlah bahwa ruang dan waktu boleh memisahkan
tapi kita punya Ikatan yang selalu mmbuat segalanya mnjadi dekat..

Kalaupun Hari itu benar akan datang
Dimanapun nanti kita,
 ingatlah.. ingat dan ingat...
Bahwa kita pernah tertawa dan menangis bersama,
Menahan kantuk untuk belajar di bangku sekolah perkaderan, berpeluh, berlelah-lelahan, makan nasi perkaderan ala kadarnya, kesana dan kemari demi kemaslahatan ummat.
Meski kisah kita sering diwarnai perdebatan,marah dan kekecewaan
Namun itulah bumbu yang membuat semua kisah kita ini lebih bermakna
Ahh semua kisah itu suatu hari akan dirindukan

Ikatan ini adalah rumah kita, tempat mencari Tuhan, tempat belajar memaknai kehidupan,,,
Kita boleh pergi kemana saja tapi ingatlah mnyempatkan waktu untuk kembali berkumpul, bercengkerama, bernostalgia, berbagi kisah tentang suka dan duka perjuangan juga merancang misi untuk rumah kita..

Dan jika Hari itu tiba
Maka mengikhlaskan adalah pilihan terbaik
Mari saling mendoakan untuk kebahagiaan
Mendoakan untuk kesuksesan

Dan pada akhirnya,
Hanya kepada Allah kita berharap..
Berharap memberikn kita kesempatan untuk mengulang kembali kisah kita meski dengan cerita yng berbeda..



#Parepare, 06 Mei 2015
#21.41