Tulisan ini tidak bermaksud untuk menyurutkan semangat ditengah hiruk pikuk peringatan 17 Agustus 1945, tapi saya menulis hanya untuk mengungkapkan kegundahan yang menyesakkan ini, teman-teman boleh tidak sepakat dengan saya dan sangat boleh juga untuk setuju.
-Tentang 17 Agustus 2015-
Euforia Tujuh Belasan identik dengan kebahagian dan semngat nasionalisme..
Dahulu, lomba dan pesta Rakyat di bulan agustus ini drayakan sEbagai luapan kegembiraan dan kebahagiaan sebab benar para penjajah telah terusir. Bumi Pertiwi milik Rakyat!!
Akupun..
Pasti selalu semangat ketika saat ini tiba.
Dahulu pasti semangat mengikuti rangkaian perayaan tujuh belasan, atau di masa kuliah hanya semngat menjadi penonton dan supporter setia dan akan sangat bangga dengan kata SELAMAT HARI MERDEKA!
Itu dulu..
Lalu sekarang???
Entahlah, untuk sekedar mengucapkan atau
Senin, 17 Agustus 2015
Jumat, 14 Agustus 2015
Cerita Kita
Setidaknya ku ucapkan trima kasih, kau pernah menjadi teman yg baik bagiku, menjadi sandaran saat lelah hati dan jiwaku ketika mnghadapi realita pahit perjuangan meskipun sebenarnya kita sama-sama lelah kala itu. Namun kau lebih mampu mnjadi pribadi kuat mnjad inspirasi untk tetap kuat dan kala aku kebingungan ada angin segar dalam petunjuk yg kau beri..
Itu hanya sedikit dari cerita kita yang sangat kurindukan..
Dan kini, ada masanya kita harus ikhlas menerima keadaan. Dimana cerita-cerita itu kini telah berbeda. Kini aku belajar untuk
Langganan:
Komentar (Atom)