Jumat, 14 Agustus 2015
Cerita Kita
Setidaknya ku ucapkan trima kasih, kau pernah menjadi teman yg baik bagiku, menjadi sandaran saat lelah hati dan jiwaku ketika mnghadapi realita pahit perjuangan meskipun sebenarnya kita sama-sama lelah kala itu. Namun kau lebih mampu mnjadi pribadi kuat mnjad inspirasi untk tetap kuat dan kala aku kebingungan ada angin segar dalam petunjuk yg kau beri..
Itu hanya sedikit dari cerita kita yang sangat kurindukan..
Dan kini, ada masanya kita harus ikhlas menerima keadaan. Dimana cerita-cerita itu kini telah berbeda. Kini aku belajar untuk
mnghdapi semuanya dgn cara yg berbeda, tnpa kamu tentunya.
Tak ada yang mustahil, setiap kesetiaan bisa jadi berubah menjadi pengkhianatan, setiap sahabat bisa jadi musuh, setiap pengertian bisa mnjdi sebuah kebingungan. Aku tau kau bukan pengkhianat apalg musuh, tapi kau mampu membuatku kebingungan.
Kebingungan sebab kini kau memperlakukan diriku tidak adil, kelembutanmu kala itu mngapa terasa tajam. Lalu kenapa perlkuan itu harus dtg darimu?
Kadang kala atau bahkan sering aku merasa cemburu pada mereka yang bisa tertawa dan bercanda bersamamu, smntr aku hnya bisa memedam kerinduan bercanda dan tertawa bersama kita.
Kadang-kadang aku lelah dengan keadaan ini, terkurung dalam ruang rindu yang teramat sangat dalam namun tak bisa berbuat banyak. Hanya mampu bertutur pada angin dalam doa, segalanya tentang dirimu.
Dirimu yang kini jauh..
Dirimu Yang berbeda..
Dirimu yang aneh..
DIRIMU YANG KURINDUKAN!!
Kau masihkah sahabatku???
Kau ANTARA dan TIADA!
~NhiaR_el-ZahRa~
*Jum'at, 14 Juli 2015, 23.47 pm
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar