Tulisan ini hanya untuk mengimbangi informasi yang telah terlanjur tersebar di media tentang RENTENIR YANG MENCULIK BAYI LANTARAN TIDAK MEMBAYAR UTANG YANG DIGANDAKAN JUMLAHNYA DARI PINJAMAN...
BENARKAH KEJADIAN INI??
berdasarkan hasil penelusuran informasi mengenai kasus ini, saya bermula mencari informasi di Rumah Sakit tempat Ibu Amel Melahirkan. Salah satu stake holder menjelaskan kronologi kejadiannya. Adapun yang bisa saya simpulkan dari informasi itu sebagai berikut:
Ibu Amel yang akan melahirkan pada saat itu datang ke rumah sakit tanpa identitas. Tetapi RS melayani lantaran kondisinya, dan bayi yang di lahirkan prosesnya tidak normal yakni *maaf* pantatnya dulu yang keluar terlebih dahulu (dalam kelahiran Normal, kepala bayi yang lebih dahulu keluar). Setelah lahir, sibayi harus mndapat perawatan intensif karena efek dari proses lahirnya. Sementara Laki-Laki yang bernama Iswandi dan mengaku suami Ibu Amel baru datang sehari setelah ibu amel masuk di RS. Dan menurut pengakuan narasumber, Iswandi sangat jarang berkomunikasi dan sempat menimbulkan tanya apakh benar dia adalah suami ibu Amel. Iswandi adalah warga Belopa dan juga tanpa identitas. Sehingga identitas yang digunkan Ibu Amel dan Pak iswandi untuk keperluan administrasi adalah Kartu Keluarga ibu Suriyani Abbas (yang diberitakan sebagai Rentenir Penculik Bayi). Biaya keseluruhan yang harus dibyar ke pihak RS adalah 2,9jt dan itupun telah di press harganya dari pihak rumah sakit.
Untuk membyar biaya rumah sakit, Ibu Amel menghubungi Ayahnya di Jakarta
Biaya yang dibayarkan Ayahnya Ibu Amel adalah 1,2jt yang ditransfer ke rekening RS dn sisanya kata Ayah Ibu Amel,akan dibayar oleh Ibu Angkat Amel (Ibu Suryani,Red). (*Perlu diketahui bahwa sebelum Ibu Amel bersalin, Ibu Suriyani dan Ayah Ibu Amel sudah sering berkomunikasi). Ibu Suriyani datang membawa Uang 1,7 hasil pinjaman untuk membantu Ibu Amel.
Lalu bagaimana Ibu Suriyani yang membntu Ibu Amel dianggap sebagai Rentenir dan Penculik Bayi??
Saya sempat satu jam berkeliling sekitaran Jl.Kesuma dan Jl.Reformasi untuk mencari rumah ibu Suriyani. Dan saat tiba di rumahnya, Saya tak menjumpai Ibu Suriyani yang saat itu ternyata berada di Polresta sedang di ediasi oleh Polisi bersama Ibu Amel. Dari rumah Ibu Amel, saya hanya menjumpai Anak dan ipar Ibu Suriyani. Mereka pun kaget dengan informasi dan berita yang saya tunjukkan. Mereka menuturkan bahwa bayi yangdi mksud tidak diculik. Dirumah Ibu suriyani, Bayi Nindi bahkan di Asuh layaknya kluarga sendiri dan Ibu Amel tau kalau anaknya ada di rumah Ibu Suriyani bahkan Ibu Amel juga sering mengunjungi. Saya tidak mengoreksi banyak informasi dari Anak dan Keponakan Ibu Suriyani, sehingga saya dan rekan bergeser ke Polresta menemui Ibu Amel.
Saat di Polresta, Saya bertemu ibu Suriyani di tempat parkiran Motor. Semntara Ibu Amel tak pernah tampak batang hidungya selama saya di polres sebab dia semlentara di Interogasi oleh Polisi dan juga oleh beberapa Aktivis perempuan. Saya pun menggi Informasi dari Ibu Suriyani, yang dimana informasi yang diberikan lebih sesuai dengan informasi yang saya peroleh dari RS. Menurut penuturan Ibu Suriyani:
Awalnya Dia kenal dengan Ibu Amel yang bekerja di Cafe kerabat/keluarga Ibu Suriyani, karena sering berkunjung kesana akhirnya Ibu Suriyani akrab dengan Amel. Seiring berjalannya wktu, Amel kembali ke Ayahnya. Dan saat itu, Ayah Amel menghubungi Ibu Suriyani untuk membantu anaknya yang menurut bahasa Ayah Amel "Anakku sudah Rusak", Ayah Amel meminta Ibu Suriyani untuk menampung di rumahnya dan mengurus anaknya hingga lahiran dan berjanji akan membayar segala kbutuhan Amel. Sehingga ibu Suriyani dngan niat membantu menyanggupi dan akhirnya Amel kembali ke rumah Ibu Suriyani.
Selama di RS, Ibu Suriyani meladeni setiap pengeluaran kebutuhan Ibu Amel dengan uang pribadinya juga membayarkan kebutuhan Iswandi yang datang belngndan mengaku suami Ibu Amel. ibu Amel selalu meminta uang kepada Ibu Suriyani setiap memiliki kebutuan dan dipenuhi oleh Ibu Suriyani.
Setelah keluar dari RS, Ibu Suriyani membawa Amel dan Nindi kerumahnya. Tetapi Ibu Suriyani menolak Iswandi untuk menginap di rumahnya sebab tak mampu menunjukkan identitas dan juga karena Ibu Suriyani tinggal bersama Ipar dan anaknya yang semuanya adalah perempuan. Mungkin Ibu Suriyani memang waspada sebab pengakuan Ayah Amel jika Anaknya Rusak dan belum menikah. Sehingga Iswandi di minta untuk tinggal di tempat kontrakan yang hanya berjarak beberapa rumah dari kediaman Ibu Suriyani.
Ibu Suriyani mengakui jika memang Dia meminta uang kembali sebanyak 3 Juta, sebab 2 Juta dia Pinjam untuk mmbyar rumah sakit dan selebihnya adalah hitungan biaya yang digunakan Ibu Amel dari uang pribadinya, sebab Ayah Ibu Amel sendiri yang meminta untuk itu.. Menrut Ibu Suriyani, Uang 2 Juta itu harus segera di kmbalikan kepada yang memiliki Piutang itu sebab sudah memasuki waktu2 minggu sejak di pinjam.
Menurut penuturan Ibu Suriyani Pula, Ayah Amel sempllat mengatakn kepadanya bhwa anaknya (Ibu Amel,red) memang sedikit miring (stress). Sehingga pernyataan Ibu Amel yang berubah ubah saat di mintai keterngan di Kantor Polisil di maklumi. ibu Suriyani mengaku bahwa niatnya untuk membantu berujung Kerugian Nama Baik, Tenaga dan Materi dengan adanya kasus ini.
Ibu Suriyani mengtakan jika ada pihak yng ingin membantu membayar Hutang Ibu Amel, Dia hanya ingin serah terima lewat pihak berwajib untuk menghindari munculnya prasangka-prasangka buruk baru dari masyarakat.
#Meskipun sudah ada yang membantu melunasi Hutang, tapi tetap saja Nama Ibusuriyani sudah Tercoreng
#Maaf Kalau belepotan Tulisannya :) silahkan dijadikan refernsi agar kita bisa bijak meliht kejadian ini..
#Kroscek 5 Agustus 2016
Jumat, 05 Agustus 2016
Senin, 08 Februari 2016
Senin, 01 Februari 2016
Mama, maafkan Anakmu :'(
Buat seseorg yg lagi2 ku tingglkan drumah,
Yg tubuhnya kini mulai terkikis termkan waktu
Kutinggalkn dgn sejuta kekalutan dibenaknya,
Semoga aku di Maafkan..
Semoga Allah mngampuniku
Sampai saat ini blm mmpu mmbhagiakannya
Hanya terus mninggalkannya
Dengan aktifitas yg ku harap Allah meridhoinya
Malaikat hidupku,
Semoga aku di ikhlaskan
agar mmpu mnjdi sholehah
Ku tinggalkn rumah
Semoga bs mnjadi amal jariyah baginya kelak
Kepada-Mu Yaa Salaam, Rahmaan, Yaa Rahiim,Yaa Razaq ku pinta
Lindungi Dia, Kasihi dia, sayangi dia dan berikan Kesehatan kepadanya serta lapangkn rezekinya
Kepada-Mu kami bergantung
Untukmu Peri kehidupanku..
Maafkan..
Lagi-lagi ku tinggalkn dirimu
Tinggal bersama sepi
Untuk kesekian kalinya..
Walau jarakku saat ini
Dapat ku tempuh hny bbrp menit
Untuk brjumpa dgannya
Tp tetap saja
Aku mmbuatnya melewati malam
Dengan berselimutkan sepi
Harusnya aku ada
Mndngar keluh kesahnya
Maafkan..
Maafkan..
Maafkan...
Maafkan, Anakmu...
•°•√√√√°√°√√^√√°°√°••••°•°•√√√
Tinggallah Mama, tinggal dirumah
Relakan aku prgi brjuang
Dbawah naungan surya terang
Sampai agama islam cemerlang
___________________________________
*sendu
Yg tubuhnya kini mulai terkikis termkan waktu
Kutinggalkn dgn sejuta kekalutan dibenaknya,
Semoga aku di Maafkan..
Semoga Allah mngampuniku
Sampai saat ini blm mmpu mmbhagiakannya
Hanya terus mninggalkannya
Dengan aktifitas yg ku harap Allah meridhoinya
Malaikat hidupku,
Semoga aku di ikhlaskan
agar mmpu mnjdi sholehah
Ku tinggalkn rumah
Semoga bs mnjadi amal jariyah baginya kelak
Kepada-Mu Yaa Salaam, Rahmaan, Yaa Rahiim,Yaa Razaq ku pinta
Lindungi Dia, Kasihi dia, sayangi dia dan berikan Kesehatan kepadanya serta lapangkn rezekinya
Kepada-Mu kami bergantung
Untukmu Peri kehidupanku..
Maafkan..
Lagi-lagi ku tinggalkn dirimu
Tinggal bersama sepi
Untuk kesekian kalinya..
Walau jarakku saat ini
Dapat ku tempuh hny bbrp menit
Untuk brjumpa dgannya
Tp tetap saja
Aku mmbuatnya melewati malam
Dengan berselimutkan sepi
Harusnya aku ada
Mndngar keluh kesahnya
Maafkan..
Maafkan..
Maafkan...
Maafkan, Anakmu...
•°•√√√√°√°√√^√√°°√°••••°•°•√√√
Tinggallah Mama, tinggal dirumah
Relakan aku prgi brjuang
Dbawah naungan surya terang
Sampai agama islam cemerlang
___________________________________
*sendu
Sabtu, 16 Januari 2016
STNK telat Pajak, Polisi Tak Punya Hak Tilang
Sabtu, 16 Januari 2016
Hari ini kena
setop sama bapak polisi yang lagi pemeriksaan di jalan, kena setop sebanyak 2
kali, yang pertama di perbatasan Parepare-Sidrap. Disini bayar tilang gara-gara
LUPA MENYALAKAN LAMPU KENDARAAN DISIANG HARI (yah memang jelas melanggar dan
jelas tertulis dalam “Kitab Pelanggaran” si Polisi. Yang kedua ini yang akan
saya ceritakan panjang kali lebar kepada teman-teman tentang pelanggaran yang pihak
polisi tidak berwenang untuk menilangnya, Semoga bermanfaat nantinya,
Hanya berjarak
beberapa kilo dari perbatasan, di daerah Lawawoi, Sidrap Saya harus berurusan
lagi dengan Polisi Lalin yang sedang beroperasi, setelah memperlihatkan SIM dan
STNK kepada si Bapak yang nyetop, saya di minta berurusan dengan polisi lain yang
berada diatas mobil polisi yang sedang mengurus para pelanggar. Dengan sedikit
gusar saya menuju mobil itu (gusar sebab sebelumnya habis tertahan selama sejam
diperbatasan tadi, gusar sebab tujuan masih jauh sementara waktu sudah
menunjukkan lewat pukul 10.00, gusar sebab takutnya nanti telat kembali dan
otomatis telat masuk kuliah). Tapi saya berusaha menunjukkan sikap tenang dan
ramah kepada si Bapak POL.
Sambil menunggu giliran, saya ikut memperhatikan
“Kitab Pelanggaran” yang
Selasa, 05 Januari 2016
Cukup Cintai dalam Diam
“Doooorrrrrr…..” sepasang tangan mendorong bahu aku dari belakang
dengan sedikit keras.Aku berbalik mencari tahu siapa pemilik tangan jail
itu,ternyata Fatimah sahabatku. “aduhhh imahh,,bikin kaget aja.nihhh bahu sakit
tauuu” Aku cemberut sambil meringis. “ iih non Zahra,abisnya aku gemes liatin
kamu dari jauh asyik senyam-senyum sendiri, kalau bahagia yah dibagi dongk
dengan sahabat “ Fatimah mecubit kedua pipiku.” Auwww lepasin …gak
kenapa-kenapa kok”. “ahh,cerita gak? Klo nggak mau cerita yah udah.gak bakalan
ku lepasin” imah tertawa penuh kemenangan, dia tahu kalau aku sedang
bahagia.fatimah bisa membaca apa yang aku rasakan.“iya deh,aku cerita! Tapi
cepetan lepasin tuhhh,keburu merah tuh pipi aku”. Fatimah pun melepaskan
cubitannya. Aku mengelus-elus pipiku yang memerah,lalu menyikut lengan Fatimah
yang sibuk cengengesan. “jahat bangett sih,,” . “udah deh,cepetan cerita.aku
penasaran nihh.kamu pasti lagi bahagia kan,kan,kan,”.“nah tuh kamu tau” Aku kembali
senyum-senyum sendiri. “iyya,tapi bahagia kenapa sih? Pasti dibeliin laptop
baru? BB baru? Atau jangan-jangan dibeliin mobil nih sama parent?” Fatimah
antusias. “ wah sotoy kamu imah,bukan itu”. “lalu apa dongk?”. Aku berdiri dan
menghadap ke Fatimah lalu mendekatkan bibirnya ke telinga sahabatku itu “aku
ketemu malaikat…” bisikku pelan lalu tersenyum. “What?? Jangan bilang kamu
jatuh cinta,Ra?” Fatimah syok. “bukannya kamu pernah bilang kalau udah kapok
tuh percaya ama laki-laki yang kerjaannya Cuma nyakitin hati. Sadar,Ra,, 2
tahun kamu melawan sakit hatimu setelah putus dari iful,,,jangan ngulang lagi
dongk..” Fatimah menarik pergelanganku.
“ duh,imah sayang.. malaikat yang satu ini beda,dia taat ibadah loh,sepertinya
anak sholeh,beda banget sama iful. Kok aku yakin yah kalo dia ini bakal jadi
yang terakhir”.Aku mencoba meyakinkan Surat Untuk Adamku
Aku tak tau kapankah
kita akan di pertemukan
Ku rindukan dirimu
untuk kebersamaan kita kelak
Siang malam ku menanti
di singgasana kerinduanku
Kurindu meski ku tak
tahu Kelak seperti apa sosokmu
Wahai adamku,,
Meski kita tak pernah
bertemu
Namun dalam bait do’aku
di keheningan malam
senantiasa ku pinta
pada Dzat Yang Maha Mengatur
Kelak akan kutemukan
dirimu penuh dengan cahaya Iman
Berkilau di bawah
rengkuhan cinta-Nya
Untukmu Adamku,,
Aku
Langganan:
Komentar (Atom)


