“Doooorrrrrr…..” sepasang tangan mendorong bahu aku dari belakang
dengan sedikit keras.Aku berbalik mencari tahu siapa pemilik tangan jail
itu,ternyata Fatimah sahabatku. “aduhhh imahh,,bikin kaget aja.nihhh bahu sakit
tauuu” Aku cemberut sambil meringis. “ iih non Zahra,abisnya aku gemes liatin
kamu dari jauh asyik senyam-senyum sendiri, kalau bahagia yah dibagi dongk
dengan sahabat “ Fatimah mecubit kedua pipiku.” Auwww lepasin …gak
kenapa-kenapa kok”. “ahh,cerita gak? Klo nggak mau cerita yah udah.gak bakalan
ku lepasin” imah tertawa penuh kemenangan, dia tahu kalau aku sedang
bahagia.fatimah bisa membaca apa yang aku rasakan.“iya deh,aku cerita! Tapi
cepetan lepasin tuhhh,keburu merah tuh pipi aku”. Fatimah pun melepaskan
cubitannya. Aku mengelus-elus pipiku yang memerah,lalu menyikut lengan Fatimah
yang sibuk cengengesan. “jahat bangett sih,,” . “udah deh,cepetan cerita.aku
penasaran nihh.kamu pasti lagi bahagia kan,kan,kan,”.“nah tuh kamu tau” Aku kembali
senyum-senyum sendiri. “iyya,tapi bahagia kenapa sih? Pasti dibeliin laptop
baru? BB baru? Atau jangan-jangan dibeliin mobil nih sama parent?” Fatimah
antusias. “ wah sotoy kamu imah,bukan itu”. “lalu apa dongk?”. Aku berdiri dan
menghadap ke Fatimah lalu mendekatkan bibirnya ke telinga sahabatku itu “aku
ketemu malaikat…” bisikku pelan lalu tersenyum. “What?? Jangan bilang kamu
jatuh cinta,Ra?” Fatimah syok. “bukannya kamu pernah bilang kalau udah kapok
tuh percaya ama laki-laki yang kerjaannya Cuma nyakitin hati. Sadar,Ra,, 2
tahun kamu melawan sakit hatimu setelah putus dari iful,,,jangan ngulang lagi
dongk..” Fatimah menarik pergelanganku.
“ duh,imah sayang.. malaikat yang satu ini beda,dia taat ibadah loh,sepertinya
anak sholeh,beda banget sama iful. Kok aku yakin yah kalo dia ini bakal jadi
yang terakhir”.Aku mencoba meyakinkan
3
bulan hubunganku dengan Nouval berjalan dengan baik, namun begitu memasuki
bulan keempat, aku merasa kerenggangan hubunganku telah Nampak. Nouval yang
dulunya selalu nelpon,sms, dan sangat perhatian kepadaku mulai berubah. Setiap
aku sms, jawabnya hanya sepatah dua kata saja, itupun aku yang selalu memulai
untuk sms atau nelpon dia. Di kampus pun aku sering cemburu karena kedekatannya
dengan teman-teman cewek dari fakultas lain,maklum tuntutan profesinya sebagai
aktivis. Namun, aku merasa kedekatannya dengan Sivia, mahasiswi kedokteran
kampusku sudah tidak wajar. Aku merasa bahwa dia lebih care ke Sivia ketimbang
aku. Di dunia maya, Facebook dan Twitter, Nouval lebih rajin comment atau
mention si Sivia daripada aku. Pernah juga suatu waktu,aku membuka akun Nouval
dan aku cek chat roomnya,ternyata beneran nggak wajar kedekatan mereka. Pada
suatu saat,kucoba minta kejelasan kepada Nouval. “ Val, kamu tuh udah berubah
tau nggak” kataku ketus. “berubah kenapa sih,Ra.perasaan aku masih begini aja”.
“kamu suka kan sama Sivia?kamu tuh lebih dekat,lebih care sama dia ketimbang
aku!”. “ Ya Ampun, Ra. kamu tuh terlalu berlebihan. Kita kan mesti menjaga
ukhuwah dengan siapa saja. Sivia itu kan teman seorganisasi aku,kamu tidak usah
merisaukan hal yang tak perlu dirisaukanlah..fokuslah untuk perbaikan diri”
ucap Nouval enteng. “tak perlu merisaukan?baiklah,,,,aku mencintaimu,Val. Aku
percaya padamu.tapi tolong jangan terlalu over sama Sivia! Tapi beneran kan
kamu nggak ada apa-apa dengan Sivia?.Aku menatap mata Nouval. Nouval hanya
tersenyum,juga menatap mataku. Aku tak sanggup menatapnya lama,aku takut tak
mampu melepaskan pandanganku,hingga kusudahi pertemuanku hari itu. Meski masih
dibayangi ketakutan dan kecemburuan,tapi setidaknya kata-kata Nouval agar aku
tidak mencemaskan hal itu membuatku sedikit lega.Setelah pertemuan ini, aku
berharap realitas yang mencemaskan yang kulihat selama ini takkan kutemui
lagi.Aku pun kembali ke kelas,menemui sahabatku ,Fatimah. Aku menghampirinya
seolah tak terjadi apa-apa. Kecemasan yang selama ini menghantuiku,tersimpan
rapi. Aku tak ingin Fatimah mengetahuinya, ada sedikit perasaan malu jika dia
tahu.
Disuatu pagi…. “ehm…kenapa sih
Ra,kayaknya akhir-akhir ini kamu menyendiri mulu deh” Fatimah membuyarkan
lamunanku. Aku buru-buru menghapus butiran air mataku. “eh,kamu
nangis?ayo,katakan ada apa?” Fatimah menatap mataku tajam,mencoba memastikan
bahwa baru saja aku menangis. Begitu bola mataku menangkap bola mata Fatimah, air
mataku pun tumpah tak tertahankan. “aduuh,,Ra.udah dongk,malu diliatin orang
banyak.” Fatimah memelukku erat lalu menuntunku ketempat sepi.Di pojok kantin!.
“maafin aku,imah.” “Maafin apa nih?” Fatimah heran. “seandainya dulu aku
mendengarka kata-katamu,seandainya dulu aku konsisten dengan janjiku untuk
tidak pacaran…”. “Kamu putus lagi?” Fatimah memotong pembicaraanku. “kami belum
putus.hanya saja aku kecewa dengan sikap Nouval yang sudah berubah.Dia bukan
Nouval yang ku kenal Dulu…sepertinya dia tak peduli lagi denganku.TAK
PEDULI,Mah!” aku pun menangis sejadi-jadinya. “dia menyangkal kedekatannya
denga Sivia,tapi kenyataannya sepertinya dia memberi harapan pada cewek itu.
Sebaliknya Sivia juga suka pad Nouval.Mereka lebih dekat.Mah..” aku memeluk
Fatimah. Fatimah tak berucap,dia hanya sibuk mendengarkan tuturanku.Hingga semua
perasaanku telah aku luahkan,lalu aku hanya terdiam. “ sudahlah,Ra. tak usah
berandai-andai.toh semua sudah terjadi.” Fatimah mulai membesarkan hatiku.
“jangan mudah tertipu dengan penampilan luar,Ra. Ketika kita merasa mencintai
seseorang, cukuplah kita mencintainya dalam diam. Dengan begitu, Galau bakalan
terhindrakan”. Aku menarik diriku dan melepaskan pelukanku. Aku tersenyum pada
Fatimah. “ Mencintai dengan Diam menghindarkan kegalauan?bagaimana mungkin
,Mah?bukannya sakit memendam perasaan itu?”. “ Ra, sebenarnya aku memiliki
rahasia yang tak pernah aku cerita ke kamu, yah ini hanya rahasia hatiku. Tapi
aku rasa ini waktu yang tepat untuk menceritakannya padamu,agar kamu bisa
belajar dan tak lagi menelan sakit karena cinta.”Fatimah menarik nafas,aku
hanya terdiam menunggu cerita yang akan mengalir dari bibirnya. “Ra, Tak ada
yang salah ketika kita memiliki perasaan
cinta kepada lawan jenis.Cinta adalah adalah anugerah yang diberikan Allah,
Cinta itu nikmat sekaligus petaka.Cinta menjadi nikmat saat kita mampu
mengarahkannya ke hal-hal yang positif dan menjadikannya alat untuk mendekatkan
diri kepada Allah,namun ia menjadi petaka ketika kita tak mampu
mengendalikannya dan membuat kita lupa pada sayriat agama.” Fatimah kembali
menghela nafas cukup lama. “hmm.hanya itu rahasia yang kau maksud,Mah?” tanyaku
penasaran.Fatimah tersenyum. “Sebenarnya,aku jatuh cinta pada seseorang,Ra.
Tapi aku berusaha agar rasa cintaku padanya tak Nampak. Aku yakin jika memang Dia adalah jodohku,maka
kami akan disatukan Allah lewat ikatan suci Pernikahan. Aku melewati hariku
dengan perasaan itu yang terus tumbuh dan menyesakkan jiwaku. Aku selalu
berdo’a pada Allah,agar aku diberi kesabaran menjaga Cinta yang ditipkan
dihatiku,dan tak lupa pula aku meminta agar Dia adalah jodohku yang ditakdirkan
oleh-Nya.aku menanggung rasa itu cukup lama,Ra.hingga suatu ketika aku
mendengar kabar,bahwa laki-laki yang kucintai itu ternyata mencintai orang
lain, orang yang ku cintai itu ternyata tak sebaik yang kuduga,hatiku tersayat
oleh rasa kecewa.tapi kecewa itu tak Nampak,dan hanya aku dan Allah yang tahu. Saat
aku kecewa,semua baik-baik saja seolah tak terjadi apa-apa. Ukhuwah kami pun
masih tetap terjaga. Itu karena hanya aku yang memendam perasaanku,saat kecewa
aku berbisik pada diriku ‘kenapa mesti kecewa,toh dia bukan pacar aku’,’kenapa
mesti bersedih,toh semua ini membuka mataku jika memang dia tidak mencintai
aku’,,aku biasa saja saat mengetahui kenyataan itu,Ra.Toh orang-orang juga
tidak bakalan menjadikanku bahan perhatian karena kisah menyakitkan seperti
ini,karena memang tak ada kisah yang Nampak.aku tak perlu malu pada orang-orang
bahwa orang yang aku cintai mencintai orang lain.” “bener,Mah.aku pun tak
menyangka jika ternyata kau mengalaminya.semua tertutup rapi.Tapi kalau boleh
tahu,laki-laki itu siapa?”. “Dia adalah Nouval,Ra. dan aku mendengar kalau dia mencintai wanita lain itu dari
kamu,Ra.” Fatimah tersenyum padaku. Tak terasa butiran bening itu kembali
mengalir dipipiku,aku tak kuasa berkata sepatahpun. Fatimah memelukku erat. “
udahlah,Ra. semoga ini yang terakhir kalinya galau menghampirimu.Esok, ketika
kau kembali jatuh cinta pada seseorang, cukup cintai Dia dalam diam,dan berdoa
kepada Allah,minta yang terbaik buat kalian. Sesungguhnya Jodoh itu telah di
atur oleh-Nya dan kita dipertemukan_Nya pada waktu yang tepat.” Fatimah
mengusap air mataku.Aku beruntung,Allah mengirimiku Sahabat sebijak dan sesabar
Fatimah. Aku mengeratkan pelukku,rasa kecewa perlahan sirna,bayang-bayang
Nouval terganti oleh sahabatku,Fatimah!
dibuat untuk ikut sbuah ajang penulisan cerpen TIPS ANTI GALAU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar