Sabtu, 16 Januari 2016

STNK telat Pajak, Polisi Tak Punya Hak Tilang



Sabtu, 16 Januari 2016
        Hari ini kena setop sama bapak polisi yang lagi pemeriksaan di jalan, kena setop sebanyak 2 kali, yang pertama di perbatasan Parepare-Sidrap. Disini bayar tilang gara-gara LUPA MENYALAKAN LAMPU KENDARAAN DISIANG HARI (yah memang jelas melanggar dan jelas tertulis dalam “Kitab Pelanggaran” si Polisi. Yang kedua ini yang akan saya ceritakan panjang kali lebar kepada teman-teman tentang pelanggaran yang pihak polisi tidak berwenang untuk menilangnya, Semoga bermanfaat nantinya,
        Hanya berjarak beberapa kilo dari perbatasan, di daerah Lawawoi, Sidrap Saya harus berurusan lagi dengan Polisi Lalin yang sedang beroperasi, setelah memperlihatkan SIM dan STNK kepada si Bapak yang nyetop, saya di minta berurusan dengan polisi lain yang berada diatas mobil polisi yang sedang mengurus para pelanggar. Dengan sedikit gusar saya menuju mobil itu (gusar sebab sebelumnya habis tertahan selama sejam diperbatasan tadi, gusar sebab tujuan masih jauh sementara waktu sudah menunjukkan lewat pukul 10.00, gusar sebab takutnya nanti telat kembali dan otomatis telat masuk kuliah). Tapi saya berusaha menunjukkan sikap tenang dan ramah kepada si Bapak POL.
Sambil menunggu giliran, saya ikut memperhatikan “Kitab Pelanggaran” yang

Selasa, 05 Januari 2016

Cukup Cintai dalam Diam



 “Doooorrrrrr…..” sepasang tangan mendorong bahu aku dari belakang dengan sedikit keras.Aku berbalik mencari tahu siapa pemilik tangan jail itu,ternyata Fatimah sahabatku. “aduhhh imahh,,bikin kaget aja.nihhh bahu sakit tauuu” Aku cemberut sambil meringis. “ iih non Zahra,abisnya aku gemes liatin kamu dari jauh asyik senyam-senyum sendiri, kalau bahagia yah dibagi dongk dengan sahabat “ Fatimah mecubit kedua pipiku.” Auwww lepasin …gak kenapa-kenapa kok”. “ahh,cerita gak? Klo nggak mau cerita yah udah.gak bakalan ku lepasin” imah tertawa penuh kemenangan, dia tahu kalau aku sedang bahagia.fatimah bisa membaca apa yang aku rasakan.“iya deh,aku cerita! Tapi cepetan lepasin tuhhh,keburu merah tuh pipi aku”. Fatimah pun melepaskan cubitannya. Aku mengelus-elus pipiku yang memerah,lalu menyikut lengan Fatimah yang sibuk cengengesan. “jahat bangett sih,,” . “udah deh,cepetan cerita.aku penasaran nihh.kamu pasti lagi bahagia kan,kan,kan,”.“nah tuh kamu tau” Aku kembali senyum-senyum sendiri. “iyya,tapi bahagia kenapa sih? Pasti dibeliin laptop baru? BB baru? Atau jangan-jangan dibeliin mobil nih sama parent?” Fatimah antusias. “ wah sotoy kamu imah,bukan itu”. “lalu apa dongk?”. Aku berdiri dan menghadap ke Fatimah lalu mendekatkan bibirnya ke telinga sahabatku itu “aku ketemu malaikat…” bisikku pelan lalu tersenyum. “What?? Jangan bilang kamu jatuh cinta,Ra?” Fatimah syok. “bukannya kamu pernah bilang kalau udah kapok tuh percaya ama laki-laki yang kerjaannya Cuma nyakitin hati. Sadar,Ra,, 2 tahun kamu melawan sakit hatimu setelah putus dari iful,,,jangan ngulang lagi dongk..” Fatimah  menarik pergelanganku. “ duh,imah sayang.. malaikat yang satu ini beda,dia taat ibadah loh,sepertinya anak sholeh,beda banget sama iful. Kok aku yakin yah kalo dia ini bakal jadi yang terakhir”.Aku mencoba meyakinkan

Surat Untuk Adamku




Wahai adamku,,
Aku tak tau kapankah kita akan di pertemukan
Ku rindukan dirimu untuk kebersamaan kita kelak
Siang malam ku menanti di singgasana kerinduanku
Kurindu meski ku tak tahu Kelak seperti apa sosokmu
Wahai adamku,,
Meski kita tak pernah bertemu
Namun dalam bait do’aku di keheningan malam
senantiasa ku pinta pada Dzat Yang Maha Mengatur
Kelak akan kutemukan dirimu penuh dengan cahaya Iman
Berkilau di bawah rengkuhan cinta-Nya
Untukmu Adamku,,
Aku